Tenang jiwa dalam Ramadan Waktu tuai amal ibadah Usah sakan menghasut baran Tolak fitnah tolak ammarah.
#401 On the Fourth Day of Ramadan
I give of this, to You, my abstinence
From food, from drink, from haughty vanity
To turn to You in sober penitence
To reach beyond to Your infinity
Tonight I humbly seek your plenteous Grace
My poor soul dares not suffer your efface.
On the Test of Ramadan
In hunger and in thirst are we tested In solidarity with those deprived To have our baser natures now bested This glorious trial for us has He contrived In Ramadan against ourselves prevail To win His favour in this tearful vale.
Tentang Menjelang Bulan Ramadan
Jelang tiba bulan Ramadan
Tamrin buat jiwa teralpa
Moga Allah beri panduan
Dalam hidup berpancaroba.
Tentang Buruj
Demi langit yang menongkat buruj bintang
Dan demi hari yang dijanjikan
Demi sang saksi dan yang disaksikan
Binasalah empunya peparitan
Api nyala yang dimarakkan
Pabila mereka duduk disampingnya
Dan menjadi saksi kepada apa yang dilakukannya
Kepada golongan beriman
Yang tiada melainkan mereka percaya kepada
Yang maha kuasa
Yang maha empunya puja
Yang maha berdaulat pada langit dan bumi
Yang maha menjadi saksi
Dan mereka yang menyeksa golongan beriman
Dari lelaki mahupun perempuan
Dan tiada bertaubat
Bagi mereka azab yang berat
Bagi mereka seksa api yang marak hangat
Dan mereka yang beriman dan beramal ihsan
Bagi mereka taman-taman
Yang mengalir dibawahnya sungaian
Bagi merekalah Kejayaan
Benarlah azab-Nya maha berat
Dan Dialah yang mencipta dan yang mengembalikan
Yang mengasih dan yang mengampunkan
Tuhan yang memiliki takhta kemuliaan
Yang berkuasa atas segala hajat
Sudah sampaikah padamu perkhabaran
Kaum Firaun dan Thamud? Bahkan
Yang kafir akan berterusan mendustakan
Dan Tuhan, tiada kelihatan, melingkungi mereka sekalian!
Bahkan Qur’an itu penuh kemuliaan
Dalam suhuf yang kemas tersimpan.
Terilham oleh Surah al-Buruj
Tentang Naungan dan Ketakutan
Hanyalah yang sepatutnya menjaga
Tempat naungan Tuhan Maha Esa
Mereka yang yakin kepadaNya
Yakin pada Hari PengakhiranNya
Yang menjaga ibadah kepadaNya
Yang membayar zakat atas namaNya
Dan yang tidak takut kepada sesiapa
(Sungguhpun kepada hebatnya kuasa Amerika!)
Melainkan hanya Dia
Dan hanya dengan sedemikian jua
Maka mereka akan diberi pedomanNya.
Terilham oleh Q9: At Taubah 18
Tentang Iqra’
Tiap baris suci
Menyimbah naluri yang
Tandus tersepi.
Tentang Guntur Kilat dan Jalan Kelam
Pekak bisu buta tercampak Tiap langkah merangkak buntu Hala jalan tiada tertampak Unggun hayat terlenyap kelu Guntur kilat merekah langit Jalan cerah kembali kelam Hati resah jiwa terhimpit Hanya doa pencerah suram Nyawa kami dalam Tangan-Nya Tiap insan terlingkungkepung Jangan kami ditulibuta Pada Engkau kami bernaung. Terilham oleh Albaqarah 15-20
Tentang Soldadu Yang Pulang
Sejak dari awal Dalam lapangan juang ini Kau memegang peran terpendam Soldadu tenang dan berani Mengangkat panji amar Menyeka noda mungkar Berpesan dengan penuh haq dan sabar Kendatipun jalanmu berliku Terpulau dari saf haraki itu Kau tetap beranut pada jalan sederhana Berjuang penuh ikram Melawan tiada berdendam Menyanggah tanpa menikam Budi santun bersulam erat Gigih usaha sepenuh kudrat Pesanmu pada kami Di setiap penghujung hari Ketika tubuh merebah letih Doa dipohon beriring tasbih: "Moga semua dosa mereka Dan dosa diriku jua Diampun maaf oleh Yang Esa." Maka tidur tenang berlena Hati sejuk diredup redha Kini kau pulang ke alam baqa: Sandarkanlah panjimu itu Rehatkanlah beban sang soldadu Damai aman kini milikmu. (buat Allahyarham Salahuddin Ayub, moga rohnya diberkati dan dilindungi Allah jua)
Tentang Jalan Mustaqim
Sewaktu aku masih muda
Aku sering membayangkan
Masa depan yang penuh petualangan
Pancaroba dunia yang mendewasakan
Pentas puji yang memuliakan
Dan kini, di usia begini
Aku lebih mengerti
Bahwa kehidupan panjang ini
Hanya sedetik di mata Ilahi
Dan seluruh dunia tercipta ini
Hanyalah satu gelanggang uji
Yang memaknakan hina dan seri insani
Setiap darjah rendahtinggi
Hanya terukur dari iman dan amal abdi
Semuanya diatur sejak azali
Menurut dustur Tuhan ikrami
Maka aku insaf mengenangkan
Kerdil hina seorang insan
Segala adu perang
Semua tuah malang
Setiap jatuh julang
Hanya umpama debu jalanan
Di jalan mustaqim kewujudan.