#936 On Undying Grief

They say “Life begins at 40”
And I ask myself, “If this is true,
does that mean that life never began
for my brothers?”
    What does it mean
    to be taken away from your loved ones
    at 30? or 35?
They say “Life is for the living”
And that tautology never made sense
to me
    Where does it say that
    Death is only for the dying?
    He comes for all of us
Like He came for both of you
Cruel, heartless Death
He took you away and left only
Unfathomable unreasonable undying
Grief.

#935 Tentang Mulia Yang Tiada Menagih

Segala yang kau dendamkan
Mungkin hanya kerana tercalarnya hati
Gurishiris pada lembaran perasaan

Seorang insan yang merasakan diri
Tidak dihormati, tidak dikasihi, terabai
Seolah tidak diambil peduli

Sedangkan setiap hunusan pada perisai
Jiwamu langsung tiada lut, tiada terhakis:
Kau tetap teguh walau terbadai

Muliamu tak menagih mengemis
Kau akan berlalu tanpa kesal, tanpa tangis.

#933 Tentang Haluan Nyaman

Usah kau endahkan 
Gelora irihati yang membutatuli
Membakar hati yang dipersyaitankan

Kerna kau harus lebih peduli
Bahwa jiwa manusia itu kudus
Lebih suci dari apa yang kau cari:

Hartabenda dan pujiruji halus
Yang membuai melentokkan.
Kau ada pilihan: jalan terus

Pada haluan lurus yang nyaman
Atau tewaskalah di medan hasut,
Hanyut pada ujian zaman edan.

Peganglah erat pada talian anut
Selagi masih ada nyawa berdenyut.

#932 Tentang Kehilangan (Tiada Kembali)

Kehilangan ini terlalu
Menyesakkan; aku tertewas
Dengan rasa hiba dan pilu.

 Perpisahan terlalu pantas,
 Deru tangis deras berlari
 Hati kami putus tercantas.

Apa makna derita ini?
Engkau pergi tiada kembali.

#928 Tentang Pembukaan (Alqur’an I)

Dengan nama Tuhan Yang Maha
Pemurah dan Mengasihani.
Puji-puji bagi Pencipta,

Maharaja jagat alami.
Tuhan Agung Maha Pemurah,
Rabbi Maha Mengasihani.

Penguasa Hari Akhirah.
Sembah kami pada-Mu khusus,
Tempat kami mohon berserah.

Tunjukkanlah Jalan yang lurus.
Jalan bagi yang Engkau pilih;
Bukan jalan kaum terpupus:

Yang mendapat murka terpedih
Yang terhukum sesat tersisih.

#927 On Holding Two Truths

Two truths in one heart—
the hand that wounds, the hand that
holds me still, unsure.

Words I cannot say
to the one who’d judge too fast—
silence, my shelter.

Not excuse, not blame,
only this: love wears a scar
I still call my own.