Beginilah aku, terdampar dan tercacar
Dicantas dan ditebas seolah lalang
Racun yang bersulam senyuman hambar
Namun aku enggan mengaku malang
Berpestalah engkau dengan permainan basi
Yang menuntut pengorbanan malamsiang
Aku berhijrah dengan jiwa yang berani
Yang engkau menang cuma piala berduri.
#949 Tentang Mimpi Kati Tatkala Hujan
Curahan hujan yang menderu
Memukau bumi yang haus tandus
Memujuk langit yang berdebu berjerebu
Tatkala itu, engkau terlelap terus
dibuai mimpi churu dan manisan
Ditatang rasa tenang yang halusmulus
Pinjamkan padaku, wahai teman,
sedikit keulitan mimpi mayang itu
Agar dapat aku mengubati sedan
Yang mengikat pada jiwa terpilu
Yang melikat pada darah yang makin beku.

#948 On Grand Dreams
Youthful dreams, once grand:
just my selfish ambition
dressed in noble robes.
#947 On Sheltering Hands
Sheltering hands hold —
those same hands can also wound.
Bitter truths are mine.
#946 On Futures Patiently Unfolding
Earnest truths now told
With bold honesty; our futures
Patiently await.
#945 On Last Minute Calls to Duty
With little notice,
still the room fell into place.
Quiet pride settles.
#944 On Doubts and Trust
A quiet desk, still—
doubt drifts like an empty page.
New paths ask for trust.
#943 On Quieter Days
Quiet days, full heart —
Graced by God’s boundless fortune,
Freedom takes new form.
#942 Tentang Luruan Sang Politikus
Dalam kelekaan hari-harimu
Dengan kuasa dan harta yang telah engkau cekau,
Apakah masih belum puas mendodoi nafsu?
Maka jalan ini yang engkau tinjau,
Merebut kuasa atas pentas undi,
Membeli tepuk sorak dengan suapan garau.
Ah, engkau memang selamanya akan begini,
Akan selalu meluru mengejar puji!
#941 On Strange Lingering
Leaving, yet lingering —
the self keeps two doors open,
neither fully shut.
