Children at play, free—
one more moment slips like sand,
I hold this hour close.


"How we spend our days is, of course, how we spend our lives." – Annie Dillard
Children at play, free—
one more moment slips like sand,
I hold this hour close.

No clouds, no blue sky
Flagrant crimes obscure the sun
Noontime gloom pervades.
Bright sunlight seeps through
The edges of window blinds
Warmth pervades like Home.
Kau carilah dalam dirimu
Kilau sinar yang tulus dan benar
Meski hati dirundung semu
Usah risau bisikan liar
Jiwa resah yang kekacauan
Engkau harus tenang dan sabar
Jangan muram menanggung duka
Damai milik kita berdua.
They say “Life begins at 40”
And I ask myself, “If this is true,
does that mean that life never began
for my brothers?”
What does it mean
to be taken away from your loved ones
at 30? or 35?
They say “Life is for the living”
And that tautology never made sense
to me
Where does it say that
Death is only for the dying?
He comes for all of us
Like He came for both of you
Cruel, heartless Death
He took you away and left only
Unfathomable unreasonable undying
Grief.
Segala yang kau dendamkan
Mungkin hanya kerana tercalarnya hati
Gurishiris pada lembaran perasaan
Seorang insan yang merasakan diri
Tidak dihormati, tidak dikasihi, terabai
Seolah tidak diambil peduli
Sedangkan setiap hunusan pada perisai
Jiwamu langsung tiada lut, tiada terhakis:
Kau tetap teguh walau terbadai
Muliamu tak menagih mengemis
Kau akan berlalu tanpa kesal, tanpa tangis.
Little lost boy, your
Journey has come to an end.
His Mercy, boundless.
Usah kau endahkan
Gelora irihati yang membutatuli
Membakar hati yang dipersyaitankan
Kerna kau harus lebih peduli
Bahwa jiwa manusia itu kudus
Lebih suci dari apa yang kau cari:
Hartabenda dan pujiruji halus
Yang membuai melentokkan.
Kau ada pilihan: jalan terus
Pada haluan lurus yang nyaman
Atau tewaskalah di medan hasut,
Hanyut pada ujian zaman edan.
Peganglah erat pada talian anut
Selagi masih ada nyawa berdenyut.
Kehilangan ini terlalu
Menyesakkan; aku tertewas
Dengan rasa hiba dan pilu.
Perpisahan terlalu pantas,
Deru tangis deras berlari
Hati kami putus tercantas.
Apa makna derita ini?
Engkau pergi tiada kembali.
Mulut manis berjambang mulus
Madu kata penuh berhelah
Dalam hati keris terhunus
Siap sedia menikam sumpah.